Brebes Siaga Kekeringan dan Karhutla, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Brebes – brdnusantaranews.com - Pemerintah Kabupaten Brebes meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau. Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi (rakor) kebencanaan yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor.
Isi Berita: Sekretaris Daerah Brebes, Tahroni, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Ia menekankan pentingnya mitigasi sejak dini untuk menekan risiko yang ditimbulkan.
“Kebencanaan harus kita hadapi bersama. Mitigasi harus dilakukan sejak dini agar dampaknya bisa diminimalisir,” ujarnya.
Rakor tersebut diikuti oleh unsur TNI, Polri, Perhutani, BPBD, hingga relawan kebencanaan. Fokus utama pembahasan meliputi pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel, serta langkah-langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diprediksi mulai berlangsung pada Mei dan mencapai puncak pada Agustus.
Berdasarkan data yang dihimpun, potensi kekeringan di Brebes mencapai 175.904 hektare. Selain itu, sedikitnya 10 kecamatan masuk dalam kategori rawan karhutla. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan iklim global, termasuk fenomena El Nino, yang berdampak pada penurunan curah hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Brebes, Budhi Darmawan, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan serta menyiapkan berbagai langkah strategis.
“Kami terus memantau kondisi dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk dukungan anggaran dan kesiapan lintas sektor,” jelasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tegal mengingatkan bahwa pola musim saat ini cenderung tidak menentu. Faktor global dinilai turut memengaruhi perubahan cuaca di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah konkret, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan wilayah rawan, hingga rencana distribusi air bersih bagi daerah terdampak kekeringan.
Meski demikian, kondisi Gunung Slamet saat ini masih dinyatakan aman dan terkendali. Pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana.
Penutup: Dengan sinergi lintas sektor dan langkah mitigasi yang terencana, Pemkab Brebes berharap dampak kekeringan dan karhutla pada musim kemarau tahun ini dapat ditekan semaksimal mungkin.


