Kasus Campak di RSUD Brebes Menurun, Dokter Tekankan Deteksi Dini dan Pencegahan


dr. Aries Suparmiati, M.Sc, Sp.A adalah Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Brebes.

Kasus Campak di RSUD Brebes Menurun, Dokter Tekankan Deteksi Dini dan Pencegahan

BREBESbrdnusantaranews.com - Jumlah kasus penyakit campak di RSUD Brebes dilaporkan mulai melandai. Hingga awal bulan ini, hanya empat pasien anak yang masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit tersebut.
Penurunan ini menjadi sinyal positif, namun tenaga medis mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Upaya pencegahan tetap harus diperketat mengingat tingginya tingkat penularan penyakit tersebut.

Direktur RSUD Brebes


Wakil Direktur Pelayanan RSUD Brebes, dr. Aries Suparmiati, M.Sc., Sp.A, menjelaskan bahwa virus campak sangat mudah menyebar melalui droplet saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung.

“Penularannya sangat cepat, terutama di lingkungan padat. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap disiplin menjaga kebersihan dan menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian,” ujarnya.

Masyarakat diminta mengenali gejala awal campak agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Gejala yang umum muncul antara lain ruam merah di kulit, demam, batuk, dan pilek.

Jika gejala mulai terlihat, orang tua disarankan segera melakukan isolasi mandiri pada anak untuk mencegah penularan lebih luas. Masa isolasi umumnya berlangsung antara dua hingga empat minggu, tergantung kondisi pasien.
Selain pengobatan medis, pemulihan pasien campak sangat dipengaruhi oleh kondisi daya tahan tubuh. Asupan gizi seimbang, terutama makanan tinggi protein, dinilai penting untuk mempercepat proses penyembuhan.

“Daya tahan tubuh anak harus dijaga. Nutrisi yang cukup membantu tubuh melawan infeksi dan mempercepat pemulihan,” tambah dr. Aries.
Waspadai Komplikasi Serius
Meski kerap dianggap penyakit ringan, campak dapat menimbulkan komplikasi berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:

Pneumonia atau infeksi paru-paru
Gangguan pernapasan berat
Meningitis atau radang selaput otak yang berpotensi fatal
Tenaga medis menegaskan bahwa penanganan dini sangat menentukan keselamatan pasien. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti sesak napas.

Selain itu, rendahnya cakupan imunisasi juga disebut sebagai salah satu faktor pemicu munculnya kembali kasus campak di masyarakat.

Imunisasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah campak. Jangan sampai anak terlambat mendapatkan vaksin,” tegasnya.

Dengan tren kasus yang mulai menurun, RSUD Brebes berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanganan dini semakin meningkat agar penyebaran campak dapat ditekan secara maksimal.

Reporter: Teguh

Post a Comment

Previous Post Next Post