Brebes Tembus 5 Besar Penyumbang Devisa Jateng, Peran PMI Jadi Penopang Ekonomi Daerah
BREBES – brdnusantaranews.com - Kabupaten Brebes menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah penyumbang devisa terbesar di Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, Brebes masuk dalam lima besar kontributor devisa di provinsi tersebut, dengan peran dominan dari Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kontribusi PMI asal Brebes terhadap devisa negara tercatat mencapai sekitar Rp3,4 triliun per tahun. Angka ini hampir setara dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Brebes tahun 2024 yang berada di kisaran Rp3,5 triliun.
Selain itu, arus remitansi yang dikirim para PMI ke kampung halaman juga terbilang signifikan. Setiap bulan, rata-rata dana yang masuk mencapai sekitar Rp279 miliar, yang menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Di tingkat provinsi, Jawa Tengah menempati posisi kedua sebagai penyumbang PMI terbesar di Indonesia setelah Jawa Timur. Sementara itu, Kabupaten Brebes secara konsisten berada di jajaran tiga besar daerah pengirim PMI di Jawa Tengah, dengan kontribusi sekitar 9,8 persen dari total penempatan, bersaing dengan Kabupaten Kendal dan Kabupaten Cilacap.
Data hingga 2024 mencatat sekitar 27.859 warga Brebes bekerja di luar negeri, termasuk yang berangkat melalui jalur nonprosedural. Adapun pada 2025, jumlah PMI yang tercatat resmi di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Brebes mencapai 6.189 orang.
Kepala Dinperinaker Brebes Abdul Majid melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja, Irfan Junaedi, menyebut para PMI tersebut diberangkatkan melalui berbagai skema, seperti Government to Government (G to G), Private to Private (P to P), hingga mandiri perseorangan. Negara tujuan penempatan antara lain Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Jepang, dan Singapura.
Dari sisi dampak, remitansi PMI terbukti berperan besar dalam menopang perekonomian lokal. Dana yang masuk digunakan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, pembiayaan pendidikan, hingga pengembangan usaha mikro di desa-desa.
Pemerintah daerah pun terus memperkuat upaya pelindungan dan edukasi bagi PMI, termasuk melalui peningkatan sistem penempatan yang aman dan prosedural, guna memastikan para pekerja migran tetap terlindungi sekaligus berkontribusi maksimal bagi daerah dan negara.
reporter : teguh

