Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Brebes Ditekan Lewat Sosialisasi dan Penguatan di Sekolah

Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Brebes Ditekan Lewat Sosialisasi dan Penguatan di Sekolah

Brebes,brdnusantaranews.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes terus mengintensifkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui sosialisasi di sekolah serta penguatan layanan pengaduan.
Kepala DP3KB Brebes, Eni Listiana, pada Kamis (19/2/2026) menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026 tercatat 11 kasus kekerasan terhadap anak dan 4 kasus terhadap orang dewasa.

“Dari 11 kasus anak, terdiri dari 2 kasus kekerasan psikis, 3 kasus kekerasan seksual, dan 2 kasus yang terjadi di lingkungan pembelajaran. Sementara pada korban dewasa, dari 4 kasus tersebut terdapat 1 kasus psikis, 2 kasus seksual, dan 1 kasus KDRT,” jelasnya.
Ia membandingkan, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat total 102 kasus kekerasan terhadap anak dan 53 kasus terhadap orang dewasa. Data tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah pencegahan.
Layanan Pengaduan Terbuka
Eni menegaskan, masyarakat yang mengalami atau mengetahui tindak kekerasan dapat melapor melalui berbagai saluran. Selain datang langsung ke kantor DP3KB, laporan juga dapat disampaikan melalui nomor telepon dan hotline resmi yang tersedia.

“Tidak masalah jika awalnya masyarakat menghubungi media atau wartawan karena belum tahu harus melapor ke mana. Namun akan lebih baik jika langsung datang ke kantor atau menghubungi hotline agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, pengaduan juga difasilitasi di setiap puskesmas guna mempermudah akses masyarakat di tingkat kecamatan.
Edukasi Stop Bullying Sejak Dini
Upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Materi yang diberikan mencakup edukasi tentang bahaya perundungan (bullying) baik secara fisik maupun verbal.
Menurut Eni, perundungan kerap terjadi dalam bentuk ejekan seperti menyebut kondisi fisik, warna kulit, postur tubuh, hingga latar belakang keluarga.

“Pesan kami jelas, stop bullying. Tidak semua orang kuat menerima perlakuan seperti itu. Ejekan tentang fisik, orang tua, atau asal-usul bisa berdampak besar pada psikologis anak,” tegasnya.
DP3KB berharap melalui penguatan sosialisasi dan kemudahan akses pengaduan, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Brebes dapat terus ditekan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

Post a Comment

Previous Post Next Post