OMI 2026 Tingkat Kabupaten/Kota Digelar Tiga Hari, Ini Jadwal dan Pembagian Sesinya

H. M. Aqsho, M.Ag. (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes)

OMI 2026 Tingkat Kabupaten/Kota Digelar Tiga Hari, Ini Jadwal dan Pembagian Sesinya

BREBESbrdnusantaranews.com - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menetapkan jadwal pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten/Kota. Kompetisi bidang sains tersebut dilaksanakan selama tiga hari dengan sistem Computer Based Test (CBT).

Informasi mengenai jadwal dan pembagian sesi tersebut disampaikan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Dr. H. Mad Soleh, M.Si., Kamis (10/9/2026).

OMI menjadi salah satu ajang kompetisi bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan kemampuan akademik, khususnya di bidang sains, dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai keislaman.

Berdasarkan informasi yang dilansir melalui platform resmi Madrasah Hebat Bermartabat, pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten/Kota terbagi berdasarkan jenjang pendidikan, mulai dari MA/SMA, MTs/SMP, hingga MI/SD.

Senin, 7 September 2026: Jenjang MA/SMA
Peserta jenjang MA/SMA mengikuti kompetisi dalam empat sesi.

Sesi 1, pukul 07.30–09.30 WIB: Matematika Terintegrasi

Sesi 2, pukul 10.00–12.00 WIB: Geografi Terintegrasi

Sesi 3, pukul 13.00–15.00 WIB: Fisika dan Ekonomi Terintegrasi

Sesi 4, pukul 15.30–17.30 WIB: Biologi dan Kimia Terintegrasi

Selasa, 8 September 2026: Jenjang MTs/SMP
Untuk jenjang MTs/SMP, pelaksanaan juga dibagi menjadi empat sesi.

Sesi 1, pukul 07.30–09.30 WIB: Matematika Terpadu Gelombang 1

Sesi 2, pukul 10.00–12.00 WIB: Matematika Terpadu Gelombang 2

Sesi 3, pukul 13.00–15.00 WIB: IPA Terpadu
Sesi 4, pukul 15.30–17.30 WIB: IPS Terpadu
Rabu, 9 September 2026: Jenjang MI/SD
Sementara peserta tingkat MI/SD mendapatkan jadwal pada hari ketiga dengan pembagian sebagai berikut:
Sesi 1, pukul 07.30–09.30 WIB: IPAS Terintegrasi Gelombang 1
Sesi 2, pukul 10.00–12.00 WIB: IPAS Terintegrasi Gelombang 2
Sesi 3, pukul 13.00–15.00 WIB: Matematika Terintegrasi Gelombang 1
Sesi 4, pukul 15.30–17.30 WIB: Matematika Terintegrasi Gelombang 2
Dengan sistem CBT, pelaksanaan OMI diharapkan berlangsung secara tertib, transparan, dan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Bagi panitia, guru pendamping, maupun peserta yang membutuhkan informasi teknis lebih lengkap, termasuk petunjuk pelaksanaan, dapat mengakses informasi melalui platform resmi Madrasah Hebat Bermartabat.

MAN 1 Brebes Pernah Loloskan Lima Siswa ke Tingkat Provinsi
Sementara itu, pengalaman prestasi pada penyelenggaraan sebelumnya menjadi modal tersendiri bagi madrasah di Kabupaten Brebes dalam menghadapi kompetisi OMI.

Kepala MAN 1 Brebes saat ini, H. Ihda Syifai, S.Pd., M.M., melalui Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MAN 1 Brebes, H. Zamroni, menyampaikan bahwa pada penyelenggaraan tahun sebelumnya terdapat lima siswa MAN 1 Brebes yang berhasil lolos menuju seleksi OMI bidang sains tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025.

Kelima siswa tersebut yakni:

Auzini Ilman Novian Rahanu (XII F1) – Matematika Terintegrasi.

Bima Wirayudha (XII F9) – Ekonomi Terintegrasi.

Izzatul Aulia (XII F8) – Ekonomi Terintegrasi.

Liftiana Fitria (XII F9) – Geografi Terintegrasi.

Hanny Ayu Kartika Satyadi (XII F3) – Biologi Terintegrasi.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan adanya potensi peserta didik madrasah di Brebes dalam kompetisi akademik tingkat lebih tinggi.

Untuk hasil atau daftar pemenang OMI 2026, hingga informasi ini disampaikan belum terdapat pengumuman resmi yang dapat dijadikan rujukan. Sejumlah madrasah, termasuk MTs 1 dan MTs 2 Brebes, juga menyampaikan bahwa hasil pemenang tahun 2026 belum diumumkan.

Karena itu, peserta dan masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari penyelenggara agar informasi mengenai hasil OMI 2026 tidak menimbulkan kesalahpahaman.

OMI diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong lahirnya peserta didik madrasah yang unggul dalam sains, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta tetap memiliki landasan nilai-nilai keislaman.

Post a Comment

Previous Post Next Post