Karang Taruna Slatri Bawa Nama Brebes ke 8 Besar Jateng Lewat Inovasi Ubah Sampah Plastik Jadi Solar


Karang Taruna Slatri Bawa Nama Brebes ke 8 Besar Jateng Lewat Inovasi Ubah Sampah Plastik Jadi Solar

BREBESbrdnusantaranews.com - Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar solar yang dikembangkan Karang Taruna Desa Slatri, Kecamatan Larangan, mengantarkan Kabupaten Brebes masuk delapan besar Lomba Karang Taruna Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Tarsono. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa kreativitas pemuda desa mampu bersaing di tingkat provinsi.

Tarsono menjelaskan, Karang Taruna Desa Slatri berhasil melewati persaingan dengan peserta dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah hingga lolos ke delapan besar. Sebelumnya, lima orang pengurus Karang Taruna Desa Slatri telah diberangkatkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Brebes untuk mengikuti tahapan penilaian di Kota Solo pada 24–25 Juli 2026.

"Prestasi ini sangat membanggakan karena perwakilan Brebes mampu bersaing dengan Karang Taruna dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah hingga masuk delapan besar," ujar Tarsono, Senin (27/7/2026).

Ia menilai, salah satu faktor yang menjadi keunggulan Karang Taruna Desa Slatri adalah keberhasilan mereka mengembangkan teknologi sederhana yang mampu mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar solar secara mandiri.

Saat ini, alat yang mereka kembangkan mampu menghasilkan sekitar 0,8 liter itu dari 1 kilo plastik yg mereka proses untuk menjadi bahan bakar solar.

Meski kapasitasnya masih terbatas, inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai solusi pengurangan sampah plastik sekaligus memberikan nilai ekonomi.

"Kami berharap kapasitas produksinya dapat terus ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin luas dan bisa dirasakan masyarakat," kata Tarsono.

Melalui capaian tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Brebes berharap dapat memotivasi Karang Taruna di desa dan kelurahan lain untuk terus berinovasi dalam kegiatan pemberdayaan sosial. Inovasi yang lahir dari pemuda diharapkan tidak hanya berprestasi dalam perlombaan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Post a Comment

Previous Post Next Post