Terungkap! 11.506 Anak di Brebes Tidak Sekolah, Ini Penjelasan Dindikpora
PENDIDIKAN
Terungkap! 11.506 Anak di Brebes Tidak Sekolah, Ini Penjelasan Dindikpora
Kepala Dindikpora Brebes Caridah menyambangi kediaman Nazril Khairul Azzam (12), warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba.
BREBES- brdnusantara.online - Dinas Pendidikan Pemuda dam Olahraga (Dindikpora) Brebes, Jawa Tengah, mencatat ada 11.506 anak di Kabupaten Brebes, tidak sekolah.Kondisi ekonomi keluarga menjadi penyebabnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes, Caridah mengatakan, data di dapodik terdapat 11.506 anak tidak sekolah. Alasan karena berbagai faktor, namun ungkap Caridah paling banyak adalah faktor ekonomi.
Menurut dia, angka anak tidak sekolah ini terbilang tinggi dan penyebarannya hampir merata di seluruh desa di Kabupaten Brebes. Ini menjadi salah satu pemicu Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Brebes rendah.
“Tingginya angka anak tidak sekolah, berdampak pada IPM kita rendah,” kata Caridah, Senin (30/10/23) kemarin.
Untuk mengurangi angka ATS, Kepala Dindikpora Brebes melakukan intervensi dari masing masing tingkat persoalan lapangan. Mereka yang tidak sekolah disambangi kerumahnya dan diajak untuk kembali masuk sekolah.
Cara lain, menurut Caridah yakni menerapkan berbagai program untuk mengurangi ATS, antara lain Gerakan Kembali Sekolah (GKS), Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) dan sekolah hybrid.
“Usaha kami, jadi menggerakan kembali, gerakan kembali sekolah (GKS) agar anak anak yang tidak sekolah bisa kembali ke sekolah. Kedua, nanti akan diintervensi melalui PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat). Kemudian program terbaru yaitu adanya kelas hybrid di 3 SMP wilayah tengah, selatan, dan pantura yang kemarin sudah dilaunching. Kemudiam di tingkat SMA juga ada kelas virtual,” jelas Caridah.
Salah satu anak yang tidak sekolah Nazril Khairul Azzam (12), warga Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba. Anak pertama dari pasangan Supriyanto (37) dan Megawati (36) terpaksa hanya sampai lulus Sekolah Dasar (SD). Dia tidak melanjutkan ke jenjang SMP karena orangtua tak memiliki biaya sekolah.
Namun sekarang harapan Azzam untuk kembali sekolah akan terwujud. Dia dijemput Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Dindikpora) Brebes Caridah dan Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Riyanto di kediamannya. Selanjutnya, anak ini didaftarkan ke MTS Al Ikhlas Kluwut.
“Alhamdulillah, saya bisa kembali bersekolah. Cita-cita saya ingin jadi polisi,” kata Azzam saat ditemui dirumahnya
Orang tua Azzam, Megawati mengatakan, seharusnya sang anak mengikuti tahun ajaran baru 2023/2024 sejak Juli lalu. Namun karena persoalan ekonomi membuat Azzam tidak mendaftar sekolah waktu itu. Ayah Azzam yang bekerja sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Tidak sekolah karena tidak punya biaya sama sekali. Meski ada sekolah biaya murah tapi kan butuh uang buat beli seragam dan lain-lainnya, saya tidak ada uang,” ucap Megawati.
Terpisah, Muhamad Agus Imron, Kepala MTS Al Ikhlas Kluwut mengatakan, selama menjadi siswa, Azzam tidak akan dibebani biaya apapun. Bahkan sekolah ini memberikan uang saku bagi anak tidak mampu sebesar Rp 5000 per hari.
“Selama sekolah disini, Azzam akan digratiskan semuanya. Bahkan nanti diberikan uang saku Rp 5000 per hari,” pungkasnya.***





Comments
Post a Comment