Ribuan Warga Pulogading Brebes Larung Sesaji Kepala Kerbau ke Tengah Laut
Sejumlah kapal telah siap melarung sesaji ke tengah laut.
Brebes – Ribuan warga Desa Pulogadding Kecamatan Bulakamba dan sekitarnya antusias mengikuti tradisi sedekah laut dengan prosesi larung sesaji ke tengah laut, Senin (7/8/2023).
Tradisi budaya sedekah laut itu digelar setiap tahun di bulan Muharram atau istilahnya Suro pada kalender Jawa.
Warga desa yang telah berkumpul sedari pagi. Dari mulai anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah dalam acara sedekah laut.
Sesaji berupa miniatur kapal yang berisi kepala kerbau, ayam, burung angsa dan berbagai macam hasil bumi diarak keliling desa sebelum kemudian dilarung ke tengah laut.
Dalam acara arak-arakan ini, juga diramaikan kesenian tradisional buroq dan panggung musik dorong sembari menyanyikan lagu-lagu dangdut khas Pantura.
Sementara saat prosesi larung sesaji ke tengah laut, terdapat puluhan perahu nelayan yang turut mengiringi. Dalam mengikuti tradisi sedekah laut ini, para nelayan menghiasi perahu-perahu mereka dengan beragam umbul-umbul dan hiasan lainnya, sehingga terkesan meriah.
Kepala Desa Pulogading, Tohadi mengatakan, sedekah laut digelar sebagai ungkapan rasa syukur. Biasanya, ritual sedekah laut dilakukan dengan cara menghanyutkan sesaji kepala kerbau di laut. Disambung dengan berbagai acara lainnya.
Ia menambahkan, jika sedekah laut digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi rezeki kepada warga desa melalui laut.
“Ini sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat di sini yang dikenal sebagai kampung nelayan. Harapannya, ke depan hasil tangkapan ikannya semakin baik sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga Desa Pulogading,” kata Tohadi.
Sementara Ketua Panitia Casmadi menyebut jika Pesta Laut Desa Pulogading, selain sedekah laut berupa larung sesaji kepala kerbau, juga digelar wayang kulit hingga sandiwara.
Ia mengungkapkan, kepala kerbau dipilih karena hewan tersebut dianggap sebagai hewan yang sakral.
“Acara ini sendiri bisa terlaksana dengan karena ada peran serta dari donatur, khususnya para juragan kapal,” kata Casmadi.
Sementara tokoh masyarakat setempat, Wa’anto mengatakan, kegiatan sedekah laut yang digelar itu meliputi semua aspek, dari budaya, ekonomi, dan pariwisata. Diharapkan, ke depan hasil tangkapan ikan di laut semakin meningkat.
“Kami mengapresiasi masyarakat di Desa Pulogading dan sekitarnya. Meski jaman saat ini serba modern, namun masyarakatnya tidak meninggalkan warisan budaya leluhur. Ini sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT,” kata Wa’anto.***







Comments
Post a Comment