Begini Keluhan Wali Murid Siswa Baru, Tarikan keUangan di Salah satu MAN 1 Brebes


Brebes - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Brebes, menariki uang bagi siswa baru, tahun ajaran 2023/ 2024, sekitar Rp. 3,5 juta per siswa. Kondisi dikeluhkan sejumlah wali murid yang dinilainya terlalu tinggi.

Keluhan soal penarikan disampaikan salah satu wali murid yang tidak mau disebutkan namanya. Setelah anak laki lakinya diterima, pihak sekolah meminta orang tua untuk membayar Rp 3.534.000. Sesuai rincian yang diberikan, uang tersebut digunakan untuk Komite sebesar Rp 1.406.000 dan koperasi Rp 2.128.000.

Pada lembar rincian yang ditunjukan ke wartawan tertera, uang koperasi Rp 2.128.000 diperuntukan:
1. Pembelian 3 setel seragam OSIS, pramuka dan ciri khas MAN Rp 626.000;
2. Atribut Rp 72.000;
3. Topi Osis, dasi Osis dan dasi ciri khas MAN 1 Brebes Rp 72.000;
4. Kaos kaki 2 pasang Rp 25.000;
5. Sabuk Rp 35.000;
6. Baju olahraga Rp 160.000; dan
7. Buku Paket Erlangga Rp 1.138.000

Selain dibebani biaya seragam dan buku melalui koperasi, orang tua siswa juga ditarik biaya komite sekolah sebesar Rp 1.406.000.

Uang itu untuk pembayaran:
1. Majalah Al-Fath 1 Tahun Rp 66.000;
2. Kegiatan Akhir Tahun Madrasah Rp 50.000;
3. Kegiatan Matsama Rp 50.000;
4. Titipan Uang Komite 2 Bulan Rp 240.000; dan 5.Titipan Uang Pengembangan Rp 1.000.000.

“Total keseluruhan biaya yang harus dibayarkan orang tua siswa baru di MAN 1 Brebes mencapai Rp 3.534.000. Harus putar otak untuk cari uang untuk bayar, karena terus terang jumlahnya lumayan banyak,” kata seorang wali murid, saat ditemui media di rumahnya, Selasa (25/07/23) pagi.

Bagi pelajar baru putri biaya yang dikeluarkan sedikit lebih banyak. Biaya koperasi bagi pelajar putri dibandrol Rp 2.291.000. Sehingga jika dijumlah dengan uang komite, total yang harus dibayar Rp 3.697.000.

Wali murid lain yang memiliki anak perempuan dan diterima di MAN 1 Brebes juga mengeluhkan tingginya biaya yang harus dikeluarkan. Dia beralasan, pada tahun ajaran ini harus mendaftarkan dua anaknya di sekolah baru, tingkat SMP dan SMA/ MAN.

“Satu masuk SMP, satunya MAN. Paling banyak untuk yang masuk MAN, sampai Rp 3,697 juta. Belum untuk biaya jahit, beli buku tulis dan lainnya,”
ujat ortu siswi yang tidak mau ditulis identitasnya.

Besaran uang yang harus dibayarkan ini dinilai memberatkan. Karena tidak semua orang tua siswa MAN 1 Brebes merupakan orang mampu dalam ekonomi.

“Pakaian yang dibeli di toko-toko itu harganya Rp 150-180 per setel. Sementara di sekolah cuma dapat bahan dan harga itu masuknya mahal. Belum nanti biaya menjahitnya,” bebernya.

Sementara saat dikonfirmasi di sekolah, Waka Kesiswaan MAN 1 Brebes, Ma’mun Hakim mengatakan, untuk pembelian seragam sudah ditentukan oleh sekolah karena ada seragam khusus. Sedangkan penarikan uang komite sekolah, Ma’mun Hakim menegaskan, hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2020.

“Di PMA itu sekolah bersama komite dibolehkan meminta sumbangan dari masyarakat. Untuk rincian di kwitansi memang ada titipan Rp 1 juta (uang pengembangan). Kebetulan bulan bulan depan nanti ada rapat wali murid, nanti disepakati. Jika kurang ditambahkan, jika lebih kita kembalikan. Rapat itu murni yang memimpin dari komite,” jelasnya kepada para awak media.

Ma’mun Hakim meneruskan, pembayaran sebesar Rp 3,5 juta tersebut boleh diangsur oleh orang tua siswa, namun ini tidak berlaku untuk biaya seragam dan atribut sekolah. Dia menyebut, rata-rata orang tua siswa sampai saat ini baru membayar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Sedangkan untuk pembelian buku di sekolah, pihaknya telah bekerjasama dengan salah satu penerbit yang memenuhi berstandar.

“Buku yang dari sekolah ini itu sifatnya hanya membantu. Kalau buku pokok belajar kita gunakan dari penerbit berstandar. Jumlahnya ada 11 buku seharga Rp 1.138.000,” pungkasnya.***

Comments